بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْـــــمِ

  • PENGERTIAN CINTA KASIH

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Cinta juga selalu menyatakan unsur – unsur dasar tertentu, yaitu :

1.    Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya

2.    Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar berdasarkan atas  suka rela

3.    Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau membuka dirinya

4.    Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia

  • CINTA MENURUT AJARAN AGAMA

Dalam Islam, cinta seseorang haruslah berlandaskan

kepengikutan (ittibaâ) dan ketaatan. Sebagaimana

firman-Nya, “Jika kamu benar-benar mencintai Allah,

ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah mengasihi dan

mengampuni dosa-dosamu”(Qs.3:31-32).

Salah satu cinta yang diajarkan Rasulullah SAW.

diantaranya adalah, mencintai dan mengasihi sesama.

Kecintaan ini, sebagaimana pernah dicontohkan beliau,

tak pernah dibedakan antara Muslim dan non-Muslim.

Bahkan, tidak dibenarkan jika kita tidak berbuat adil

kepada suatu kaum misalnya, hanya karena benci

kepada mereka (Qs.5:8).

Ajaran cinta Islami yang mesti disemaikan bukanlah

sebatas sesama Muslim. Tetapi justru sesama manusia

dan sesama makhluk. Rasulullah SAW. bersabda,

“Hakikat seorang Muslim adalah, mencintai Allah dan

Rasul-nya, sesamanya, serta tetangganya, melebihi

atau sebagaimana ia cinta kepada dirinya sendiri” (HR.

Imam Bukhari).

Kecintaan yang terekspresikan akan menjadi amal

saleh buat pelakunya. Maka dari itu, kecintaan maupun

kebaikan, meskipun baru tersirat dalam hati dan belum

terlaksana, tetap akan mendapat pahala di sisi Allah.

Sebaliknya, kebencian yang tersimpan dalam lubuk hati

di samping sebuah kewajaran, juga tidak dicatat

sebagai keburukan, hingga niatnya itu betul-betul

dilakukan (al-Hadits).

SALAH SATU CONTOH CINTA MENURUT AJARAN AGAMA :

“SEPASANG SUAMI ISTRI, SALING MENCINTAI KARENA ALLAH…Seorang isteri menangis ketika memandikan jenazah suaminya .. Sambil menangis isteri berkata ..

” Inilah janji kami sebagai suami isteri ..
Jika abang pergi lebih dulu maka akulah yang memandikan jenazah abang, Andai engkau yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahmu …”

Dari luar bilik mayat rumah sakit, seorang ustadz masuk dan bertanya apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya .. Ustadz tadi bersama beberapa orang menemani si isteri memandikan jenazah suaminya ..

Dengan tenang isteri membasuh muka suaminya sambil berdo’a ..
” Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi Allah lebih sayang padamu …
Wahai suamiku .. Semoga Allah ampunkan dosamu dan satukan kita di akhirat nanti ..”

Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata ..
“Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami … Semoga Allah beri pahala untukmu wahai suami ku ..”

Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata…
” Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku .. Semoga Allah beri pahala berganda untukmu wahai suamiku …”

Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata..
” Dengan kaki ini abang keluar mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku .. Semoga Allah memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan pahala yang berlipat kali ganda ..”

Selesai memandikan jenazah suaminya, si isteri mengecup sayu suaminya dan berkata ..

“Terima kasih suamiku .. Karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia .. Dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu .. Dan aku sebagai seorang istri ridho akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu …”

Subhanallah ..
Indahnya saling mencintai karena Allah ^^

  • KASIH SAYANG

Kasih-sayang adalah dorongan Illahi “ yang menyentuh dinding-
dinding hati manusia…

Kasih sayang yang baik sebenarnya adalah :

 Memberi bukan  menerima.Tidak menuntutorang lain berbuat baik dulu kepada kita baru kita membalasnya dengan kasih, tetapi kita harustetap mengasihi tanpa syarat. Kasih itu juga dapat didefinisikan sebagai berikut :

 Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, kasih tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Kasih tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, kasih tidak  pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersuka cita karena ketidak adilantetapi karena kebenaran

  • KEMESRAAN

Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti sangatlah erat (karib).Mesra juga dapat diartikan sebagai suatu proses hubungan yang erat.Secara istilah, kemesraan dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana kita memiliki hubungan yang sangat erat kepada seseorang, dan kita merasa sangat nyaman bila di dekatnya.

Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
• Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
• Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
• Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya

  • Belas Kasihan

Belas kasihan, welas asih, atau kepedulian adalah emosi manusia yang muncul akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan ini biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain.Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .

Dalam surat Al –Qolam ayat 4,” maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.”

Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.

  • Cinta Kasih Erotis

Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan sempurna akan penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu dan berteman dengan lawan jenis, untuk menghilangkan sepi atau untuk menenangkan suatu naluri seksual. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara seksual. Namun apabila penyatuan fisis tadi tidak dilandasi oleh cinta kasih maka hanya akan membawa pada penyatuan yang bersifat pesta pora dan sementara saja.

 

 

 

sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s