PERECANAAN ORGANISASIONAL

Standar

   Menjelaskan pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Tujuan perencanaan organisasional terbagi menjadi dua. Tujuan pertama yaitu perlindungan. Tujuan perlindungan yaitu tujuan yang meminimalisir resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan. Tujua kedua yaitu tujuan kesepakatan. Tujuan kesepakatan yaitu tujuan untuk meningkatkan keberhasilan organisasional.

            Pengertian pengorganisasian dapat digunakan untuk menunjukkan hal-hal seperti, cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya-sumber daya keuangan, fisik, bahan baku dan tenaga kerja organisasi, bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya, dimana setiap pengelompokkan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok, hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, jabatan-jabatan, tugas­tugas dan para karyawan, cara para manajer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.

         Henry Fayol adalah seorang teoris manajemen atau administrasi asal Perancis. Fayol adalah salah satu kontributor paling berpengaruh dalam konsep manajemen atau ilmu administrasimodern. Peninggalan Fayol yang paling terkenal adalah tentang lima fungsi utama manajemen, yaitu merencanakan, mengorganisasi, memerintah, mengkoordinasi, dan mengontrol. Pada masanya Henry Fayol mengemukakan  16 pedoman umum dalam pengorganisasian sumber daya. Berikut merupakan 16 pedoman tersebut.

  1. Pembagian kerja
  2. Wewenang dan tanggung jawab
  3. Disiplin
  4. Kesatuan perintah
  5. Kesatuan pengarahan
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
  7. Penggajian pegawai
  8. Pemusatan
  9. Hirarki
  10. Ketertiban
  11. Keadilan dan kejujuran
  12. Stabilitas kondisi karyawan
  13. Prakarsa
  14. Semangat kesatuan dan semangat korps
  15. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi dan kertas kerja
  16. Memberikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan

Pembagian tenaga kerja memiliki keuntungan dan kekurangan. Berikut merupakan keuntungannya.

  1. Pekerja memiliki keterampilan dalam tugas tertentu sehingga tercipta pekerja yang terspesialisasi
  2. Tenaga kerja tidak kehilangan waktu untuk mengerjakan tugas satu ke tugas lainnya
  3. Pekerja lebih bisa untuk memusatkan diri pada satu pekerjaan
  4. Pekerja mampu bekerja secara lebih mudah dan efisien
  5. Pekerja hanya pelu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk.

Pembagian tenaga kerja juga memiliki kerugian. Berikut merupakan kerugian yang dapat dijabarkan.

  1. Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia.
  2. Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.

      Wewenang adalah hak untuk melaksanakan atau memerintah. Wewenang memungkinkan pemegangnya bertindak dengan cara tertentu dan mempengaruhi secara langsung tindakan dari orang lain melalui perintah yang dikeluarkannya. Posisi individu pada bagan organisasi menunjukkan jumlah wewenang relatif yang didelegasikan pada tiap individu. Individu pada manajemen puncak memiliki wewenang yang lebih besar dibandingkan individu pada manajemen bawah. Kenyataannya, sumber dari wewenang tidak ditentukan oleh dekrit dari organisai formal tetapi oleh apakah kekuasaan tersebut diterima atau tidak oleh mereka yang berada di bawah wewenang. Garis pedoman dengan mana tindakan yang bisa diambil oleh seorang manajer bisa ditaati dan diterima. Menurut Chester Barnard, akan semakin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang, jika:

  1. Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal oleh semua anggota organisasi.
  2. Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah.
  3. Lini komunikasi antara manajer dan bawahan bersifat langsung.
  4. Rantai komando yang lengkap digunakan untuk mengeluarkan perintah.
  5. Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
  6. Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional.
  7. Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s