8 Kunci Sukses Pengusaha Muslim (Ustadz DR Muhammad Arifin Badri, M.A.)

Standar
  1. Jangan takut menghadapi masa depan. Rasa takut menghadapi masa depan ini adalah awal dari kehancuran. Dalam Islam diajarkan prinsip tawakkal. Masa depan itu bukan untuk ditakuti, karena takut atau tidak takut, masa depan pasti datang. Hanya ada satu, yaitu hadapi. Jangan gentar. Jangan khawatir dengan masa depan. Hanya ada satu, yaitu tawakkal kepada Allah, “Saya harus hadapi, dan semuanya saya serahkan kepada Allah.” “Kalau usaha gagal, bagaimana?” Jawab, “Itu adalah bagian dari masa depan, saya harus hadapi.” “Kalau ternyata tidak laku, bagaimana?” “Itu masa depan, saya siap menanggungnya, saya harus memulai, saya harus merintis, saya harus bisa.” Masa depan tidak untuk ditakuti. Jangan takut memulai usaha. (Menit ke-81)
  2. Jangan pernah tangisi masa lalu. Masa lalu jangan pernah ditangisi. Kalau kita sibuk menangisi masa lalu, maka kita tidak akan pernah berkarya. Kegagalan kemarin jangan terus ditangisi, namun pelajari mengapa gagal. Jualan kok tidak laku, janagn menangis, pelajari kenapa kok tidak laku. Karena masa lalu menyimpan hikmah, menyimpan pelajaran-pelajaran penting, karenanya kita ambil pelajarannya dan kita lupakan sisanya. (Menit ke-98)
  3. Jangan pernah merasa lemah. Jangan pernah berkata “Saya bukan sarjana ekonomi,” “Saya itu tidak punya pengalaman,” “Saya itu tidak bisa menawarkan,” “Saya itu tidak kuat,” dst. Seorang Muslim harus bermental baja. “Saya itu kuat, saya bisa,” ‘Walau saya bukan sarjana ekonomi, saya bisa menjalani roda ekonomi,” “Saya walau tidak punya darah pengusaha, tapi saya bisa jadi pengusaha,” “Walau saya tidak punya modal, tidak diwarisi modal oleh bapak saya, saya punya celah untuk menjadi pengusaha,” dst.(Menit ke-101)
  4. Sadar dan yakin bahwa masa depannya hanya dia yang mampu menata/membangunnya. Jangan pernah mengharapkan walaupun kepada ayah sendiri. Seorang pengusaha harus mulai mandiri. Harus bertekad, “Saya kalau bisa tidak minta modal kepada Bapak.” “Kalau gagal usaha saya, saya tidak meminta agar Bapak melunasi usaha saya.” “Saya harus bisa sendiri.” Dan inilah salah satu kunci, mengapa para pendatang di negeri manapun lebih sukses dibanding pribumi. Tidak meminta tolong / berharap kepada sesama manusia, hanya meminta kepada Allah Ta’ala. (Menit ke-106)
  5. Tidak boleh kikir. Tidak kikir dalam segala hal; tidak kikir dengan uang, tidak kikir dengan kata-kata, tidak kikir dalam senyum, dst. (Menit ke-115)
  6. Tidak boleh memiliki rasa takut. Takut usaha, mau membuka cabang takut ditipu, merekrut karyawan takut karyawannya bandel, mau memproduksi barang baru takut tidak laku, dst. (Menit ke-118)
  7. Upayakan jangan pernah berhutang. Banyak solusi-solusi lain agar kita usaha tanpa hutang. Jika alternatif satu-satunya dalam mengadakan/memenuhi kebutuhan modal adalah piutang, maka pasti kita tidak akan pernah sukses. (Menit ke-119)
  8. Tidak pantas seorang pengusaha berada dalam kondisi lemah sehingga terus ditindas/dipengaruhi oleh orang lain. Menjual tidak bisa kecuali melalui orang lain, membeli tidak bisa kecuali melalui orang lain. Jika kondisi seperti demikian, maka pengusaha sulit bisa maju. (Menit ke-132)

sumber:

http://www.rodjaberau.com/8-kunci-sukses-pengusaha-muslim-ustadz-dr-muhammad-arifin-badri-m/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s