METODOLOGI PENULISAN

Standar
Flow Chart Pemecahan Masalah
Dalam flow chart pemecahan masalah dalam penelitian ini menggambarkan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam melakukan penelitian. Langkahlangkah tersebut yaitu sebagai berikut:

Featured image

           Langkah pertama yaitu Kegiatan yang dilakukan yaitu melakukan observasi langsung kelapangan yaitu di PT. Krakatau Divisi HSM. Langkah berikutnya identifikasi masalah pada tahap awal penelitian, diidentifikasi jenis dan klasifikasi masalah yang akan diteliti. Tujuannya adalah untuk memperjelas apa yang akan dibahas dalam penelitian ini. Dengan identifikasi masalah ini, arah dan pembahasan yang dilakukan dapat spesifik dan terarah. Identifikasi masalah menyatakan latar belakang mengapa penelitian dilakukan. Permasalahan-permasalahan yang sudah dapat diidentifikasikan kemudian difokuskan lagi agar relevan terhadap penelitian yang akan dilakukan. Identifikasi masalah merupakan tahap selanjutnya dari kerangka pemecahan masalah, dengan tujuan dapat menentukan penyimpangan atau permasalahan yang ada pada PT. Krakatau Steel. Adapun penyimpangan atau permasalahan yang terjadi dalam hal ini adalah kecelakaan kerja yang masih saja terjadi dan mencari akar penyebabnya. Belum dilakukannya metode pemecahan masalah K3 secara sistematis, terstruktur, dan berkesinambungan mengakibatkan terulangnya kembali kecelakaan kerja dimasa yang akan datang. Dengan melakukan perbaikan K3 dengan mnggunakan konsep PDCA cycle (7 step PDCA) pada perusahaan PT. Krakatau Steel, diharapkan dapat menekan jumlah kejadian masalah K3 yang terjadi selama ini. Sehingga menimbulkan kondisi lingkungan kerja yang aman, nyaman, sehat dan aktivitas tenaga kerja dapat berjalan dengan optimal. Dari Identifikasi masalah yang akan dibahas ini didapat dari hasil studi pustaka dan studi langsung dari observasi.

            Langkah ke-tiga tujuan penelitian yaitu tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

– Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dominan masalah K3 di PT. Krakatau Steel divisi Hot Strip Mill (HSM).

– Mengusulkan rencana perbaikan penerapan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk mengurangi masalah K3 seperti kondisi tidak aman (unsafe condition), tindakan tidak aman (unsafe act) dan kombinasi dari keduanya (combinate) yang terjadi secara terstruktur dan berkesinambungan melalui pendekatan metode siklus PDCA (PDCA cycle).

            Langkah ke-4 Pembatasan masalah agar penulisan lebih terarah dan mudah untuk dipahami sesuai dengan tujuan pembahasannya, maka penelitian hanya akan dilakukan di dalam ruang lingkup:

– Ruang lingkup penelitian dilakukan di perusahaan PT. Krakatau Steel di Divisi Hot Strip Mill (HSM).

– Penelitian difokuskan pada faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja dan masalah K3 seperti kondisi tidak aman (unsafe condition) dan tindakan tidak aman (unsafe act) ataupun kombinasi dari keduanya (combinate).

– Usulan penerapan dengan menggunakan metode siklus PDCA dan hanya didasarkan pada cara kerjanya saja atau hanya dikhususkan pada faktor teknisnya, dan mengabaikan faktor-faktor dari non teknis seperti budaya kerja, sifat individu karyawan, lingkungan kerja dan lain-lain.  Langkah ke-5 yaitu pengumpulan data, pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan mengunakan teknik :

A.Wawancara

– Faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan

B.Dokumentasi

– Data kecelakaan kerja

Monitoring Job Safety Analys (JSA).

– Data wawancara dan hasil diskusi.

– Sejarah umum perusahaan.

         Langkah ke-6 pengolahan data, pengolahan data ini dengan menggunakan konsep PDCA cycle yang diuraikan menjadi 7’ step PDCA, Agar metode pemecahan masalah kecelakaan kerja di perusahaan menjadi lebih sistematis dan terstruktur sehingga dapat mempertajam solusi atau perbaikan yang akan direncanakan. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

A.Mengidentifikasi Masalah.

– Keterangan mengenai jumlah kecelakaan kerja.

– Kronologis kecelakaan kerja.

– Sebab-sebab kecelakaan kerja.

– Monitoring Job Safety Analisys (JSA).

B.Menganalisis Penyebab.

– Inventarisasi penyebab

Mengumpulkan semua penyebab-penyebab kecelakaan kerja berdasarkan laporan investigation report dari perusahaan dan wawancara terhadap para tenaga ahli di perusahaan.

– Stratifikasi penyebab

Stratifikasikan semua faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja kedalam 4M+IE (man, machine, method, material, environment).

– Strukturisasi penyebab

 Gambarkan tulang ikan, dengan menyusun ide-ide yang telah terkumpul kedalam masing-masing faktor penyebab (4M+IE).

C.Menguji dan Menetapkan Penyebab Dominan

Melakukan penetapan yang diduga dominan dengan cara proses NGT (Nominal Group Technique) terhadap pihak perusahaan dalam hal ini para ahli yang berkompeten atau dapat menggunakan diagram pareto untuk menganalisis korelasi dan regresi dari penyebab kecelakaan kerja tersebut. Melakukan (do)

D.Membuat Usulan Rencana Perbaikan

– Berisikan rincian rencana perbaikan dan target perbaikan yang ingin dicapai. Khusus untuk menguraikan rencana perbaikan ini, dapat memanfaatkan alat bantu 5W+1H.

– Dan melaksanakan perbaikan.

Mengecek (check)

E.Meneliti hasil

– Berisikan analisis perbandingan-perbandingan kondisi sebelum dan sesudah perbaikan. Alat bantu yang biasa digunakan adalah diagram pareto dan run chart. Bandingkan diagram tersebut dengan diagram pada kondisi sebelum perbaikan dan buat kesimpulan tentang perolehan perbaikannya.

– Apakah target dapat tercapai atau tidak dan apabila masih terjadi kecelakaan kerja perlu meninjau kembali penyebab kecelakaan kerja dan mungkin terjadi kekeliruan dalam memilih alternatif perbaikan.

Bertindak (Action)

F.Memperbaharui Standar Prosedur K3 (Standarisasi)

Memperbaharui Standar prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yaitu perbaikan instruksi atau prosedur kerja yang baru, yang harus dipatuhi oleh semua petugas/atau karyawan agar terhindar dari kecelakaan kerja sehinga tercipta kondisi kerja yang aman dan nyaman.

G.Membuat Rencana Berikutnya

Gambarkan kondisi kerja yang baru, apakah masih terlihat potensi-potensi berbahaya yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja atau persoalan lama masih belum tuntas diselesaikan, sementara di lain pihak kondisi kerja yang aman dan nyaman tetap diprioritaskan dana dipertahankan.

Langkah ke-7yaitu Analisis dan Pembahasan, untuk mempermudah kita memahaminya maka akan dilakukan suatu analisis dan pembahasan dari penerapan konsep metode siklus PDCA yang dikembangkan menjadi tujuh langkah penyelesaian masalah (seven step PDCA).

SUMBER ::

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/457/jbptunikompp-gdl-nurbianton-22834-9-bab3.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s