IDENTIFIKASI MASALAH

Standar

Identifikasi K3

Identifikasi bahaya kedengaran mudah, dan ringan. Tetapi tidak demikian kondisi tuntutannya. Agar dapat mendeteksi segala variasi bahaya di tempat kerja memerlukan pengetahuan dan wawasan yang luas.

Bahaya tersebut tersembunyi di beberapa tempat, kondisi dan kita perlu memahami dengan baik kondisi dan tempat tsb secara teoritis agar ketika melakakukan identifikasi kita memiliki pengetahuaan dan wawasan yang mempermudah menemukan bahaya tsb.

Identifikasi bahaya k3, identifikasi hazard k3, identifikasi bahaya keselamatan, identifikasi bahaya kesehatan, identifikasi bahaya kimia, identifikasi bahaya fisik, investigasi kecelakaanIdentifikasi bahaya k3, kita sebut saja dengan ungkapan sederhana yaitu “menemukan, mengenali bahaya”. Mengenali bahaya dimaksudkan menemukan sesuatu yang memiliki potensi mengamcam keselamatan orang, material, properti lainnya, serta yang mengancam timbulnya gangguan kesehatan pada pekerja. Bahaya bahaya tersebut dapat ditemukan pada.

Suber bahaya dapat berasal dari:

Linkungan kerja fisik, Peralatan, material dan bahan-bahan yang digunakan memproduksi, Perkerjaan yang dilakukan pekerja itu sendiri, Disain pekerjaan,  sistem manajemen, dan pada manajernya tentunya.

Dibawah ini beberapa contoh saja untuk memudahkan pemahaman, tentang bahaya-bahaya k3.

Bahaya Material, bahan, kondisi Potensi kerugian
Kimia berbahaya Zat asam, hidrokarbon, logam berat. Korosi, kebocoran pipaGangguan pernapasan
Temperatur tinggi Panas tinggi Terbakar, heat stroke, kelelahan
Dingin berlebihan Hipotermia, frost bite
Gaya tarik bumi Benda jatuh. Pekerja terjatuh, tergelincir, tersandung Kematian, patah tulang, cidera, memar, geger otak.Kerusakan mesin, peralatan
Biologik Mikro organisme Hepatitis, HIV/AIDS
Radiasi Ultra violet, microwave, laser Terbakar, kanker, kebutaan
Dan lain-lain

diatas hanya sebagian saja dari banyak contoh, kita harus kembangkan lagi didalam praktek identifikasi bahaya k3. Bahaya tersebut dapat ditemukan pada proses kerja, proses produksi, tempat penyimpanan barang, dan lain-lain.

Bahaya juga bisa ditemukan sebagai hazard turunan, hasil dari kegagalan mesin, salah penggunaan, tumpahan bahan kimia, atau pada yang lebih komplek karena adanya kegagalan struktur suatu instalasi.

Metode Dasar Identifikasi Bahaya K3

1.  Lakukan pemeriksaan, pengamatan di tempat kerja

Sisi Pekerja

Pemeriksan seluruh tempat kerja secara teratur, memperhatikan hal-hal apa yang terjadi akan sangat membantu memperkirakan hal-hal kekeliruan apa saja yang akan bisa terjadi. Cermati dengan baik bagaimana cara-cara pekerja melakukan pekerjaannya, bagaimana cara mereka menggunakan peralatan, mesin dan material lainya. Apakah termasuk kategori Safe atau Unsafe. 

Sisi Non Pekerja

Pada sisi non pekerja akan banyak ditemu sumber bahaya. Dengan menemukan sumber-sumber bahaya tertentu akan membantu kita melakukan pemeriksaan ulang pada perilaku pekerja seperti aline diatas. Penemuannya akan lebih lengkap.

  • Housekeeping secara umum seperti apa
  • Lingkungan kerja. Apakah disain lingkungan kerja memungkinkan bagi ruang gerak sehingga pekerjaa dapat melakukan pekerjaan dengan aman. Sering kali perilaku tak aman terpaksa dilakukan pekerja karena lingkungan kerjanya tidak mendukung. Perhatikan masalah: kecukupan luas ruangan kerja; penataan peralatan, material lainnya (layout); pencahayaan; ventilasi.
  • Peralatan kerja, perkakas yang digunakan pekerja. Apakah disainnya sesuai dengan kondisi pekerja (aspek ergonomi). Apakah pemeliharaannya baik?
  • Tentang Perubahan. Apakah terjadi perubahan di tempat kerja yang membawa perubahan atau mendatangkan bahaya baru yang dapat berdampak kepada keselamatan dan kesehatan. Harus pertimbangkan dan perhitungkan sebaiknya setiap kali memasang, membawa material baru ke tempat kerja, karena ia bisa jadi merupakan bahaya yang baru.

Membuat daftar bahaya yang kita ketahui akan sangat berguna mempermudah. Namun datar tersebut jangan terlalu di jadikan pembatas kegiatan investigasi kita. identifikasi bahaya k3 yang baik biasanya kan menambah daftar bahaya yang sudah dipersiapkan sebelum, manjadi lebih banyak sesuai temuan di lapangan

Jangan terbelenggu dengan Ceklis identifikasi bahaya k3

2. Kumpulkan Informasi dari Pekerja

Dalam terminologi lama, orang kita sering keberatan dengan kata terjemahan bebas dari kata “Consult your worker”. Keberatannya adalah “masa sih konsul” kepada pekerja, kita kan ahlinya. Begitulah kira-kira. Pandangan itu keliru, sebab yang memahami seluk beluk dan hal-hal apa yang terjadi sehari-hari adalah pekerja yang lebih memahami, karena itu informasi berharga banyak sekali pada pekerja.

  • Identifikasi bahaya k3 sebanyak-banyaknya pada pekerja, informasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang pernah dialami pekerja selama melakukan pekerjaannya. Adakah near miss atau incident yang tak terekam atau tak dilaporkan.

  • Identifikasi bahaya k3 pada mereka, apakah ada kondisi keterpaksaan yang membahayakan dan berpotensi sebagai sumber bahaya. Misal yang berkaitan dengan: pekerjaannya, material, perkakas, tata ruangan, dan lingkungan kerja.

3. Tinjau informasi lainnya

  • Informasi berharga tentang hazard dan risiko yang diinvestigasi bisa didapatkan pada beberapa sumber seperti: regulasi, asosiasi-asosiasi, spesialis tertentu (tidak terbatas spesialis K3 saja), dan pada beberapa konsultan k3 dan konsultan lainnya.
  • Suplier dan pabrik pembuat mesin, peralatan yang kita gunakan juga banyak menyimpan informasi penting bahaya, hal-hal khusus yang harus diperhatikan, manual, instruksi-instruksi.
Sekarang bila sudah yakin data tentang semua hazard sudah terkumpul dan sudah dilakukan pengecekan ulang agar lebih valid, maka identifikasi bahaya k3 anda sudah bisa diandalkan untuk digunakan dalam tahap berikutnya, yaitu “Analisis Risiko K3″. Yang penting diingat sekali lagi adalah, data awal tentang hazard harus baik dan valid, sebab ini akan menentukan kualitas analisi risiko k3 yang berikutnya.

Terkadang, kita ketika melakukan kegiatan ini langsung menemukan kejadian insiden, kecelakaan kerja. Maka ada baiknya tim ini langsung melakukan “investigasi kecelakaan” agar kejadian yang sama tidak terulang.

sumber : http://www.satrya.net/identifikasi_bahaya_k3.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s