PENERAPAN SISTEM TEKNIK ATAU MANAJEMEN

Standar

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA OLEH P2K3 UNTUK MEMINIMALKAN KECELAKAAN KERJA DI PT WIJAYA KARYA BETON MEDAN TAHUN 2008

Tugas review tentang penerapan sistem teknik atau manajemen

 

             Pembangunan nasional dewasa ini berjalan seiring dengan perkembangan industri yang pesat dan mandiri dalam rangka mewujudkan era industrialisasi yang ditandai dengan mekanisme, elektrifikasi, dan modernisasi. Dengan demikian maka terjadi peningkatan penggunaan mesin-mesin, pesawat-pesawat, instalasi-instalasi modern dan berteknologi tinggi serta bahan berbahaya. Hal tersebut disamping memberikan kemudahan proses produksi dapat pula menambah jumlah dan ragam bahaya di tempat kerja. Selain itu akan terjadi pula lingkungan kerja yang kurang memenuhi syarat, proses dan sifat pekerjaan yang berbahaya, serta peningkatan intensitas kerja operasional tenaga kerja. Masalah tersebut akan sangat mempengaruhi dan mendorong peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan kecelakaan kerj. Untuk dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi yang tinggi, sangat tergantung kepada sistem manajemen yang diterapkan dan kualitas pekerja yang digunakan. Kualitas pekerja mempunyai korelasi yang erat dengan kecelakaan kerja sedangkan kecelakaan kerja erat kaitannya dengan produktifitas. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) mendapat perhatian yang sangat penting dewasa ini karena masih tingginya angka kecelakaan kerja. SMK3 bertujuan menciptakan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. Mengingat tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia, maka pemerintah mengeluarkan UU RI No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Pasal 87 UU tersebut mewajibkan setiap perusahaan menerapkan SMK3 sebagai bagian dari Manajemen perusahaan, dan bagi yang tidak menerapkannya akan diberikan sanksi. Selain itu, telah dikeluarkan pula PERMENAKER No. 05/ MEN/ 1996 tentang pedoman penerapan SMK3 dan parameter audit SMK3.
PT. Wijaya Karya Beton adalah perusahaan yang meproduksi beton pracetak seperti tiang listrik beton, tiang telepon beton, tiang pancang beton, bantalan jalan rel, bridge girders, PC-U girders, sheet piles yang digunakan dalam proses konstruksi jembatan, gedung, jalan raya serta berbagai infrastruktur lainnya. Dilihat dari jumlah pekerjanya PT WIKA BETON mempekerjakan 299 orang pekerja yang semuanya laki-laki dan dibagi atas 119 orang pekerja tetap dan 180 orang pekerja harian. Seluruh pekerja harian diatur oleh seorang mandor harian termasuk urusan pengupahan dan jaminan keselamatan dan kesehatan.Pekerja tetap terbagi atas 112 orang pegawai trampil yang dipekerjakan di semua seksi pabrik dan 7 orang tim manajemen yang terdiri dari 1 orang manajer pabrik, 5 orang kepala seksi dan 1 orang asisten kepala seksi. Pekerja harian ini bekerja sesuai permintaan barang dan dibawahi oleh mandor harian. Urusan yang menyangkut upah dan jaminan kesehatan serta keselamatan diurus secara terpisah oleh mandor harian. Perusahaan ini termasuk kedalam perusahaan besar dengan tingkat resiko tinggi. Ini terlihat dari proses produksinya yang banyak menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi sehingga menimbulkan potensi bahaya yang cukup banya dikarenakan PT WIKA BETON saat ini menghasilkan produk komponen beton pra cetak yaitu tiang pancang bulat dan tiang pancang segi tiga (60 – 70 batang / hari), bantalan jalan rel (500 batang / hari), CCSP (Corrugated Concret Sheet Piles) untuk tahanan tanah tepi pantai (20 buah / hari), I Girders untuk jembatan laying (3 balok / hari), U girders untuk jembatan(3-4 balok / hari), sheet piles (20 buah / hari), dan tiang listrik (60 buah / hari). Waktu kerja yang disediakan oleh PT WIKA BETON yaitu dengan membagi 2 shift kerja dengan waktu per shift nya yaitu 8 jam. Oleh karena itu, PT WIKA BETON perusahaan yang tergolong perusahaan besar dengan tingkat resiko tinggi memiliki perencanaan strategi K3 dimana pada tahun 1999 PT WIKA BETON SUMUT sudah mulai membuat rencana strategis K3 yang diterapkan untuk mengendalikan potensi bahaya di tempat kerja. Perusahaan juga sudah membuat manual SMK3 yang telah mencakup keseluruhan prosedur K3 di tempat kerja. Di tahun ini perusahaan juga sudah mempunyai prosedur terdokumentasi yang mempertimbangkan identifikasi bahaya dan penilaian resiko pada tahap melakukan perencanaan atau perencanaan ulang. Pada pelaksanaanya, kegiatan perencanaan dan perencanaan ulang hanya terbatas pada perancangan ulang dan modifikasi produk. Prosedur K3 serta instruksi kerja K3 yang dibuat dengan mempertimbangkan identifikasi bahaya dan pengendalian resiko telah mengalami beberapa kali revisi yait, pertama Mei 2002, tentang penggabungan nomor dokumen dan perubahan pembuat dokumen. Kedua Oktober 2004, tentang penambahan tujuan, ruang lingkup, ketentuan umum dan tanggung jawab serta perubahan nomor dokumen. Ketiga Desember 2006, tentang penambahan identifikasi bahaya pada proses pemindahan tulangan tiang pancang dan sheet piles dari workshop tulangan ke jalur produksi. Perusahaan sudah memiliki prosedur untuk memahami, mengidentifikasi peraturan perundangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan K3. Sekretaris P2K3 aktif dalam mengidentifikasi, menginventarisasi dan memahami peraturan perundangan, persyaratan serta informasi yang berkaitan dengan K3. Sebagai sarana penyebarluasan kepada tenaga kerja lain biasanya digunakan papan pengumuman yang secara rutin diperbaharui, biasanya 2 minggu sekali, namun dalam pelaksanaannya tidak seperti itu. Lamanya perbaharuan papan pengumuman bisa mencapai 2 sampai 3 bulan. Papan pengumuman diletakkan di 8 lokasi pabrik, yakni 1 buah didalam kantor, 1 buah didalam kantin, 3 di lokasi jalur / plant, 1 buah di stock yard 2 buah di workshop. Penerapan yng dilakukan oleh PT WIKA BETON SUMUT Sesuai dengan PERMENAKER No. 05/MEN/1996 pasal 3 point 1 tentang perusahaan yang wajib menerapkan SMK3 dan Lampiran IV PERMENAKER No. 05/MEN/1996 tentang kriteria audit SMK3 yang harus diterapkan oleh perusahaan, maka PT WIKA BETON SUMUT telah termasuk kepada perusahaan besar dengan tingkat resiko tinggi dan harus menerapkan 166 kriteria. Penerapan SMK3 di PT WIKA BETON sudah cukup baik karena Pedoman Penerapan SMK3 yang terdapat dalam Lampiran I PERMENAKER No. 05/MEN/1996 hampir seluruhnya diterapkan oleh PT WIKA BETON SUMUT. Ini juga terlihat dari hasil evaluasi dan audit SMK3 yang dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal yang menunjukkan nilai yang baik setiap tahun. Hasil audit terakhir yang dilakukan oleh badan audit independent Sucofindo menunjukkan angka 97 % dan sesuai dengan Lampiran IV PERMENAKER No. 05/MEN/1996, PT WIKA BETON mengenai ketentuan penilaian hasil audit SMK3, maka PT WIKA BETON mendapatkan sertifikat dan bendera emas. Adapun enam kriteria yang masih dijumpai pada PT WIKA BETON SUMUT berdasarkan hasil audit Sucofindo 2008 adalah Penggunaan gelas bersama oleh karyawan yang terjadi di kantor dan di bagian produksi. Evaluasi setiap sesi pelatihan telah dilaksanakan mencakup evaluasi peserta dan penyelenggara pelatihan. Evaluasi program pelatihan belum dilaksanakan secara keseluruhan yang mencakup anggaran biaya dan realisasinya. Kecelakaan kerja yang terjadi pada tanggal 12 November 2007 belum dilaporkan ke Depnaker paling lambat 2 hari. Perusahaan telah melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan, namun perusahaan atau dokter yang diberi tugas untuk pemeriksaan kesehatan belum memberikan analisa atas hasil pemeriksaan kesehatan untuk indikasi adanya penyakit akibat kerja. Contohnya pada hasil pemeriksaan terakhir menunjukka seorang dari pegawai di bagian spinning mengalami masalah pendengaran. pada ruang boiler dan genset terdapat 2 tangki besar biofuel dan solar, tetapi alat pemadam kebakaran yang tersedia hanya APAR (Alat Pemadam Api Ringan) berkapasitas 6 Kg. Perusahaan belum memiliki salinan yang menunjukkan bahwa klinik yang melakukan pemeriksaan kesehatan telah mendapatkan pengukuhan sebagai dokter pemeriksa / pekerja. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (100 %) menyatakan bahwa pelaksanaan pengukuran dan evaluasi SMK3 dikategorikan baik. Pelaksanaan inspeksi K3 di perusahaan berjalan dengan baik, Setiap hari inspeksi untuk proses kerja atau sarana kerja yang memiliki potensi bahaya “A” dilakukan secara random dan seminggu sekali di inspeksi secara keseluruhan. Audit SMK3 internal juga telah dilaksanakan secara konsiten, bahkan telah menunjukkan peningkatan, yaitu di tahun 1999 – 2004 hanya dilakukan sekali setahun menjadi 2 kali setahun mulai tahun 2005 sampai sekarang.
Pelaksanaan audit dan inspeksi yang konsisten ini kemungkinan adalah penyebab baiknya hasil pencapaian perusahaan di audit eksternal sejak awal sampai sekarang. ini telah sesuai dengan PERMENAKER No.05/MEN/1996 Lampiran1 point 4 tentang pengukuran dan evaluasi. Tahun 1999 PT Wijaya Karya Beton mulai menerapkan SMK3, dan telah 4 kali melakukan audit SMK3 eksternal, yaitu tahun 1999, 2002, 2005 dan 2008. Dari 4 audit SMK3 yang dilakukan oleh badan audit Sucofindo ini, PT Wijaya Karya mendapat 4 kali sertifikat dan bendera emas. Selain audit SMK3 eksternal, PT Wijaya Karya Beton juga melakukan audit internal setiap 6 bulan sekali bersamaan dengan audit mutu internal (ISO 9001:2000). Dari hasil survei PT Wijaya Karya Beton diketahui bahwa selama periode penerapan SMK3 di perusahaan ini terjadi kecelakaan kerja pada tahun 1999 sebanyak 12 kasus, tahun 2000 sebanyak 11 kasus, tahun 2001 terjadi 9 kasus, tahun 2002 terjadi 9 kasus, tahun 2003 terjadi 7 kasus, tahun 2004 terjadi 4 kasus, tahun 2005 terjadi 2 kasus, tahun 2006 terjadi 4 kasus, tahun 2007 terjadi 3 kasus dan tahun 2008 sampai bulan Oktober belum terjadi satupun kasus kecelakaan kerja. Jenis kecelakaan kerja yang terjadi sejak tahun 1999 s/d 2007 umumnya adalah kecelakaan kerja ringan yaitu kecelakaan yang menyebabkan luka dan memerlukan perawatan medis sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan tidak lebih dari 1 (satu) hari. Dari data diatas diketahui bahwa angka kecelakaan kerja dari tahun 1999 s/d 2007 rata-rata melebihi sasaran keselamatan dan kesehatan kerja PT Wijaya Karya Beton Sumatera Utara, dimana jumlah kecelakaan kerja ringan yang ditargetkan per pabrik produk beton dalam setahun tidak lebih dari 2 kali kejadian dengan jam kerja hilang sebanyak-banyaknya 16 jam kerja/orang. Namun untuk tahun 2008, belum terjadi satupun kasus dan diharapkan dapat memperoleh Zero Accident.

Sumber :
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/14644/1/09E01016.pdf

PERECANAAN ORGANISASIONAL

Standar

   Menjelaskan pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien. Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya-sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Tujuan perencanaan organisasional terbagi menjadi dua. Tujuan pertama yaitu perlindungan. Tujuan perlindungan yaitu tujuan yang meminimalisir resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan. Tujua kedua yaitu tujuan kesepakatan. Tujuan kesepakatan yaitu tujuan untuk meningkatkan keberhasilan organisasional.

            Pengertian pengorganisasian dapat digunakan untuk menunjukkan hal-hal seperti, cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumber daya-sumber daya keuangan, fisik, bahan baku dan tenaga kerja organisasi, bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya, dimana setiap pengelompokkan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok, hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, jabatan-jabatan, tugas­tugas dan para karyawan, cara para manajer membagi lebih lanjut tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.

         Henry Fayol adalah seorang teoris manajemen atau administrasi asal Perancis. Fayol adalah salah satu kontributor paling berpengaruh dalam konsep manajemen atau ilmu administrasimodern. Peninggalan Fayol yang paling terkenal adalah tentang lima fungsi utama manajemen, yaitu merencanakan, mengorganisasi, memerintah, mengkoordinasi, dan mengontrol. Pada masanya Henry Fayol mengemukakan  16 pedoman umum dalam pengorganisasian sumber daya. Berikut merupakan 16 pedoman tersebut.

  1. Pembagian kerja
  2. Wewenang dan tanggung jawab
  3. Disiplin
  4. Kesatuan perintah
  5. Kesatuan pengarahan
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
  7. Penggajian pegawai
  8. Pemusatan
  9. Hirarki
  10. Ketertiban
  11. Keadilan dan kejujuran
  12. Stabilitas kondisi karyawan
  13. Prakarsa
  14. Semangat kesatuan dan semangat korps
  15. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi dan kertas kerja
  16. Memberikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan

Pembagian tenaga kerja memiliki keuntungan dan kekurangan. Berikut merupakan keuntungannya.

  1. Pekerja memiliki keterampilan dalam tugas tertentu sehingga tercipta pekerja yang terspesialisasi
  2. Tenaga kerja tidak kehilangan waktu untuk mengerjakan tugas satu ke tugas lainnya
  3. Pekerja lebih bisa untuk memusatkan diri pada satu pekerjaan
  4. Pekerja mampu bekerja secara lebih mudah dan efisien
  5. Pekerja hanya pelu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk.

Pembagian tenaga kerja juga memiliki kerugian. Berikut merupakan kerugian yang dapat dijabarkan.

  1. Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia.
  2. Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun.

      Wewenang adalah hak untuk melaksanakan atau memerintah. Wewenang memungkinkan pemegangnya bertindak dengan cara tertentu dan mempengaruhi secara langsung tindakan dari orang lain melalui perintah yang dikeluarkannya. Posisi individu pada bagan organisasi menunjukkan jumlah wewenang relatif yang didelegasikan pada tiap individu. Individu pada manajemen puncak memiliki wewenang yang lebih besar dibandingkan individu pada manajemen bawah. Kenyataannya, sumber dari wewenang tidak ditentukan oleh dekrit dari organisai formal tetapi oleh apakah kekuasaan tersebut diterima atau tidak oleh mereka yang berada di bawah wewenang. Garis pedoman dengan mana tindakan yang bisa diambil oleh seorang manajer bisa ditaati dan diterima. Menurut Chester Barnard, akan semakin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang, jika:

  1. Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal oleh semua anggota organisasi.
  2. Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah.
  3. Lini komunikasi antara manajer dan bawahan bersifat langsung.
  4. Rantai komando yang lengkap digunakan untuk mengeluarkan perintah.
  5. Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
  6. Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional.
  7. Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.

8 Kunci Sukses Pengusaha Muslim (Ustadz DR Muhammad Arifin Badri, M.A.)

Standar
  1. Jangan takut menghadapi masa depan. Rasa takut menghadapi masa depan ini adalah awal dari kehancuran. Dalam Islam diajarkan prinsip tawakkal. Masa depan itu bukan untuk ditakuti, karena takut atau tidak takut, masa depan pasti datang. Hanya ada satu, yaitu hadapi. Jangan gentar. Jangan khawatir dengan masa depan. Hanya ada satu, yaitu tawakkal kepada Allah, “Saya harus hadapi, dan semuanya saya serahkan kepada Allah.” “Kalau usaha gagal, bagaimana?” Jawab, “Itu adalah bagian dari masa depan, saya harus hadapi.” “Kalau ternyata tidak laku, bagaimana?” “Itu masa depan, saya siap menanggungnya, saya harus memulai, saya harus merintis, saya harus bisa.” Masa depan tidak untuk ditakuti. Jangan takut memulai usaha. (Menit ke-81)
  2. Jangan pernah tangisi masa lalu. Masa lalu jangan pernah ditangisi. Kalau kita sibuk menangisi masa lalu, maka kita tidak akan pernah berkarya. Kegagalan kemarin jangan terus ditangisi, namun pelajari mengapa gagal. Jualan kok tidak laku, janagn menangis, pelajari kenapa kok tidak laku. Karena masa lalu menyimpan hikmah, menyimpan pelajaran-pelajaran penting, karenanya kita ambil pelajarannya dan kita lupakan sisanya. (Menit ke-98)
  3. Jangan pernah merasa lemah. Jangan pernah berkata “Saya bukan sarjana ekonomi,” “Saya itu tidak punya pengalaman,” “Saya itu tidak bisa menawarkan,” “Saya itu tidak kuat,” dst. Seorang Muslim harus bermental baja. “Saya itu kuat, saya bisa,” ‘Walau saya bukan sarjana ekonomi, saya bisa menjalani roda ekonomi,” “Saya walau tidak punya darah pengusaha, tapi saya bisa jadi pengusaha,” “Walau saya tidak punya modal, tidak diwarisi modal oleh bapak saya, saya punya celah untuk menjadi pengusaha,” dst.(Menit ke-101)
  4. Sadar dan yakin bahwa masa depannya hanya dia yang mampu menata/membangunnya. Jangan pernah mengharapkan walaupun kepada ayah sendiri. Seorang pengusaha harus mulai mandiri. Harus bertekad, “Saya kalau bisa tidak minta modal kepada Bapak.” “Kalau gagal usaha saya, saya tidak meminta agar Bapak melunasi usaha saya.” “Saya harus bisa sendiri.” Dan inilah salah satu kunci, mengapa para pendatang di negeri manapun lebih sukses dibanding pribumi. Tidak meminta tolong / berharap kepada sesama manusia, hanya meminta kepada Allah Ta’ala. (Menit ke-106)
  5. Tidak boleh kikir. Tidak kikir dalam segala hal; tidak kikir dengan uang, tidak kikir dengan kata-kata, tidak kikir dalam senyum, dst. (Menit ke-115)
  6. Tidak boleh memiliki rasa takut. Takut usaha, mau membuka cabang takut ditipu, merekrut karyawan takut karyawannya bandel, mau memproduksi barang baru takut tidak laku, dst. (Menit ke-118)
  7. Upayakan jangan pernah berhutang. Banyak solusi-solusi lain agar kita usaha tanpa hutang. Jika alternatif satu-satunya dalam mengadakan/memenuhi kebutuhan modal adalah piutang, maka pasti kita tidak akan pernah sukses. (Menit ke-119)
  8. Tidak pantas seorang pengusaha berada dalam kondisi lemah sehingga terus ditindas/dipengaruhi oleh orang lain. Menjual tidak bisa kecuali melalui orang lain, membeli tidak bisa kecuali melalui orang lain. Jika kondisi seperti demikian, maka pengusaha sulit bisa maju. (Menit ke-132)

sumber:

http://www.rodjaberau.com/8-kunci-sukses-pengusaha-muslim-ustadz-dr-muhammad-arifin-badri-m/

KEWIRAUSAHAWAN

Standar

         Pengertian kewirausahawan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.

        Wirausaha dari segi etimologi berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, berbuat sesuatu. Sedangkan Wirausahawan menurut Joseph Schumpeter (1934) adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk : (1) memperkenalkan produk baru, (2) memperkenalkan metode produksi baru,(3) membuka pasar yang baru (new market), (4) memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. 

     Perilaku wirausahawan memiliki tiga perilaku yaitu diantaranya memiliki rasa percaya diri yang tinggi agar menjadi wirausaha yang teguh pendirianya, tidak tergantung pada orang lain, berkepribadian yang baik, optimis terhadap pekerjaanya. Perilaku yang kedua yaitu berani untuk mengambil resiko, untuk mejalankan usaha dan ingi menjadi wirausaha yang seukses salah satu modal utamanya yaitu berani megambil resiko apapun yang terjadi didalam usahanya dan berani bertanggung jawab atas semua resiko tersebut, wirausahawan yang berani mengabil resiko yaitu orang yang enerjik dan berinisiatif dalam melakukan apapun, memiliki kemampuan mengambil rersiko agar resiko yang telah didapat bias dia minimalisirkan dan berani bertanggung jawab, wirausahawan yang memiliki perilaku ini biasanya orang yang beranidengan tantangan. Perilaku yang ketiga yaitu meiliki jiwa kemimpinan atau leadership sikap ini adalah modal utama yang harus ditanamkan karena tidak semua memiliki perilaku kemimpinan. Jiwa yang berkepemimpinan bertingkah laku  sebagai pemimpin selalu ingin di atas dan selalu memberikan instruksi yang dapat merubah, dapat menerima pendapat orang lain dan menerima kritik dan saran dari siapapun dan yang paling utama orang ini mudah bergaul dengan siapa saja.

      Berikut adalah 10 kunci kualitas yang diperlukan pengusaha agar sukses. Beberapa diantaranya mungkin telah Anda miliki dalam kepribadian Anda, sementara yang lainnya harus terus menerus dikembangkan.

       Pengetahuan khusus salah satu kunci sukses ini anda harus memiliki pengetahuan khusus terkait dengan bisnis yang akan jalankan. Tanpa mengetahui seluk-beluk produk atau dinamika market tertentu, Anda menempatkan diri Anda pada kegagalan. Kurangnya pengetahuan akan membuat keputusan yang buruk dan belajar dari kesalahan yang mahal bukanlah hal yang mudah bagi pengusaha. Ketika Anda men-set bisnis, hanya ada satu peluang yang sempit – satu atau paling banyak dua tahun – dimana Anda harus sukses sebelum Anda kehabisan sumber atau energi. Terlepas dari pengetahuan khusus, Anda juga harus memahami dasar area dan perdagangan bisnis Anda dengan cepat, mulai dari akun dan administrasi sampai marketing dan produksi.

    Percaya diri kunci sukses berikutnya dalam meluncurkan bisnis baru adalah perjuangan dan tanpa kepercayaan diri dan kemampuan untuk melihat situasi, maka akan mudah hancur. Karyawan merefleksikan moral pengusaha dan jika mereka merasa Anda tidak jujur atau tidak aman, mereka akan menjadi gelisah dan tidak ada motivasi. Anda harus belajar menyimpan ketakutan dan kecemasan dalam hati dan merefkeksikannya secara personal. Dihadapan publik, Anda harus menjadi figur yang tenang dan percaya diri.

      Keuletan Kemampuan untuk melihat situasi adalah kualitas yang dimiliki pengusaha sukses. Orang yang demikian mampu bertahan dalam kondisi bisnis yang tidak menentu dengan keteguhan dan keuletan. Kemauan yang kuat lebih diperlukan di tahap awal usaha, bahkan ketika goncangan kecil terjadi dalam bisnis. Pengusaha harus belajar untuk bangkit dari kegagalan yang dihadapi.

      Motivasi yang tepat Mengapa Anda ingin memulai usaha Anda ? Apakah semata-mata untuk menghasilkan banyak uang sehingga Anda bisa membeli kondominium? Apakah ada sesuatu yang lebih tinggi yang mendorong Anda ? Pengusaha yang memiliki motivasi lebih tinggi daripada nilai sekedar kaya cenderung membangun bisnis yang bisa bertahan lama. Mereka di dorong oleh keinginan untuk menciptakan sesuatu yang berharga. Mereka memberikan benefit di lingkungannya dengan memberikan produk dan jasa yang unik atau melakukan sesuatu dengan cara yang lebih baik sehingga memberikan kesejahteraan bagi setiap orang. Tentu, mereka juga menjadi kaya secara signifikan, tapi ini yang jarang dijadikan motivasi utama.

    Kreatifitas dan inovasi kunci berikutnya yaitu Kreatifitas adalah kemampuan memberikan solusi unik dari permasalahan. Pengusaha sukses mengadopsi teknik pemecahan masalah yang kreatif untuk menghadapi tantangan. Pemikiran kreatif dan inovatif yang demikian diperlukan di semua area, dari mengisi kekosongan pasar, dan memvisualisasikan produk dengan sistem dan prosedur yang lebih efisien dan biaya yang efektif. Terkadang, hanya diperlukan satu ide bagus untuk mengubah keberuntungan bisnis dan mengeluarkan produk yang bagus.

       Pandangan Strategik Tidak ada pengusaha yang sukses tanpa pandangan stratejik terhadap perubahan banyak hal. Langkah apa yang harus diambil dimasa datang? produk baru apa yang diluncurkan ? haruskah operasional dikonsolidasikan atau ekspansi ? investasi uang atau membangun modal cadangan ? apa langkah kompetitor selanjutnya ? akankah terjadi penurunan ekonomis ? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut tergantung pada pandangan stratejik pengusaha. Pengusaha yang sudah lama malang-melintang di dunia bisnis memiliki pengalaman tersebut atau hanya dengan mengandalkan memiliki peluang yang bagus untuk sukses karena mereka bisa merasakan kemana arah angin bertiup dan akan mengarahkan kemudi di arah angin.

   Kepemimpinan Seorang pengusaha harus bisa menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan adalah kualitas yang memberikan panduan dan inspirasi bagi mereka yang melihat ke arah Anda. Banyak orang yang beruntung terlahir dengan kualitas kepemimpinan. Bagi yang lain, merupakan keterampilan yang didapat dari kerja keras dan pengalaman. Bagaimanapun, tidak ada pengusaha berhasil tanpa kualitas kepemimpinan untuk memotivasi orang yang bekerja dengannya, dorong mereka untuk memberikan yang terbaik dan tentukan arah kemana mereka melangkah.

      Menghilangkan ego pengusaha dengan ego yang tinggi tidak bisa menghargai pandangan orang lain kecuali pandangannya sendiri. Mereka mudah tersinggung dan orang yang berbakat akan kesulitan bekerja dengannya. Ini bisa menjadi pangkal masalah. Karyawan dengan tingkat self-respect dan intelegensi akan meninggalkan organisasi atau berusaha low profile di tempat kerja. Mereka yang ambisius akan mengatakan pada bos apa yang hanya ingin dia dengar. Pengusaha yang egois tidak bisa menilai karyawan berdasarakan kontribusinya pada perusahaan. Mereka akan menilainya dari sudut pandang suka dan tidak suka. Pengusaha yang demikian akan menjadi santapan kompetitor.

        Kemampuan untuk berbelok fleksibilitas dalam berpikir adalah kualitas kunci bagi pengusaha. Mereka harus bisa merubah pandangan dan strategi berdasarkan situasi yang terjadi. Untuk melakukannya, ego perlu dihilangkan. Jika Anda memiliki sifat yang demikian, Anda tidak akan mengakui kesalahan yang sudah Anda buat dan menolak untuk mempertanggungjawabkan keputusan Anda. Pengusaha yang egois terus menggelontorkan uang untuk proyek yang tidak memiliki harapan memberikan keuntungan. Salah satu contoh yang paling dikenal – yang masih diajarkan di sekolah bisnis – yang memiliki kemampuan untuk berbelok adalah Microsoft. Perusahaan ini tidak menghiraukan fenomena Internet saat mulai populer dipenjuru dunia. Setelah dua tahun mengabaikannya, Microsoft meninjau ulang posisinya dan “membelokkan perusahaan dalam sekejap.” Dalam melakukan perubahan, perusahaan berhadapan dengan teknologi baru, melakukan akuisisi, mengeluarkan produk baru, dan kini berada di garis depan revolusi Internet. Semua ini tidak akan pernah terjadi jika manajer puncak tidak fleksibel dalam melakukan pendekatan dan cukup rendah hati untuk mengatakan “Kami telah melakukan kesalahan dalam hal ini .”

      Etika adalah faktor terbesar yang didengar prospek terhadap perusahaan untuk jangka panjang. Rekan – suplier, konsumen, karyawan, bankir, pemegang saham – tidak suka berhubungan dengan pengusaha yang tidak jujur. Mereka akan sulit menghilangkan sakit hatinya dan harus selalu waspada. Kejujuran dan etika adalah benih kepercayaan dan ketika orang lain mulai mempercayai Anda, banyak pintu yang akan terbuka

      Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland, Keinginan untuk berprestasi, keinginan untuk bertanggung jawab, preferensi kepada resiko-resiko menengah, persepsi kepada kemungkinan berhasil, rangsangan oleh umpan balik, aktivitas energik, orientasi ke masa depan, keterampilan dalam pengorganisasian, sikap terhadap uang. Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi, kemampuan inovatif, toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity), keinginan untuk berprestasi, kemampuan perencanaan realistis, kepemimpinan terorientasi kepada tujuan, obyektivitas, tanggung jawab pribadi, kemampuan beradaptasi, kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrato.

           n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.

       Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.

    Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.

            Kebutuhan akan sumber penemuan, hobi atau kesenangan pribadi, mengamati kecenderungan-kecenderungan, mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada, mengapa tidak terdapat. Kegunaan lain dari barang-barang biasa, pemanfaat produk dari perusahaan lain

     Unsur dasar analisa pulang pokok, biaya tetap, biaya variable, biaya total,  Pendapatan total, keuntungan, kerugian, titik pulang pokok. Bentuk-bentuk kepemilikan serta keuntungan dan kerugian masing-masing adalah sebagai berikut:

           Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu. Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma. Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan. Koperasi adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam penyediaan Sumber Daya Manusia dan tahap-tahap proses seleksinya Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :

  1. Perekrutan karyawan penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.

  2. Seleksi calon karyawa seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.

  3. Pelatihan karyawan pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.

  4. Penilaian hasil kerja penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Seleksi adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut

Tahap-Tahap Proses Seleksi

  • Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll

  • Wawancara Pendahuluan

  • Tes Kecerdasan (intelegence)

  • Tes Bakat (Aptitude)

  • Tes Kepribadian (Personality)

  • Rujukan Prestasi (Performance References)

  • Wawancara Dianostik

  • Pemeriksaan Kesehatan

  • Penilaian Pribadi

Dua alat yang sering digunakan untuk membantu proses seleksi adalah :

  1. Ujian (testing)

sebagai penelitian kualitas sumber daya manusia yang relevan untuk menjalankan tugas atau jabatan yang tersedia.

Dibagi menjadi empat kategori :

  1. tes bakat (aptitude test), mengukur potensi individu untuk melaksanakan beberapa tugas. Test bakat dibedakan dengan pengukuran kecerdasan umum sementara yang lainnya mengukur kemampuan khusus, seperti mekanial.

  2. tes pencapaian (achievement test), mengukur tingkat keterampilan atau pengetahuan yang dimiliki oleh individu dalam bidang tertentu dinamakan test pencapaian. Keterampilan dan pengetahuan ini mungkin diperoleh melalui berbagai aktivitas pelatihan atau pengalaman nyata.

  3. tes minat vokasional (vocational interest test), berusaha mengukur minat individu di dalam melaksanakan berbagai jenis aktivitas dan diatur dengan asumsi bahwa orang-orang tertentu melaksanakan tugas dengan baik karena aktivitas pekerjaan tersebut menarik bagi mereka. Tujuan dasar dari tipe test ini adalah untuk membantu memilih individu-individu yang menemukan aspek tertentu dari posisi yang lowong adalah menarik.

  4. tes kepribadian (personality test), menguraikan dimensi kepribadian individu, seperti kematangan emosional, subyektivitas, atau obyektivitas.

  5. Pusat Penilaian (assesment Center)

suatu program, dan bukannya tempat, dimana peserta tergabung dalam sejumlah individu dan kelompok latihan yang dibentuk untuk menstimulasi aktivitas-aktivitas penting pada tingkat dimana peserta berharap untuk bisa mencapai suatu tingkatan tertentu.

Pelatihan (Training)

Adalah proses pengembangan kualitas sumber daya manusia yang pada akhirnya akan membuat sumber daya tersebut menjadi lebih produktif dan, karenanya bisa menyumbang bagi pencapaian tujuan organisasional.

Sumber  :

(http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-kewirausahaan-menurut-ahli/).

http://oposisiliberal.blogspot.co.id/2012/04/10-kunci-sukses-seorang-wirausahawan.html

http://sarlinaharahap.blogspot.co.id/2011/05/tugas-2-kewirausahaan.html

TENTANG DOSEN PENGAJAR PENGETAHUAN LINGKUNGAN IBU YUYUN YUNIAR

Standar

Mata kuliah Pengetahuan Lingkungan merupakan salah satu mata kuliahsoftskill di semester 6 Jurusan Teknik Industri Universitas Gunadarma. Mata kuliah softskill memiliki sedikit keistimewaan dari mata kuliah lainnya karena tatap muka dilakukan 1 bulan 1 kali dan sisanya melalui internet. Dosen Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan adalah Ibu Yuyun Yuniar. Beliau juga merupakan Dosen Wali untuk kelas saya yaitu 3ID05. Menurut saya bu Yuyun adalah salah satu dosen yang baik yang pernah mengajar saya. Gaya mengajar bu Yuyun mudah dimengerti diserap karena beliau menyampaikan materi pembelajaran dengan bahasa yang ringan dan mudah di pahami oleh mahasiswanya Ibu Yuyun merupakan sosok dosen yang baik, penyabar, peduli dengan mahasiswa nya dan tidak mempersulit mahasiswa dalam masalah nilai. Ibu yuyun juga merupakan salah satu alumni di Jurusan dan Universitas yang sama yaitu Teknik Industri Gunadarma. Hal itu menjadikan sering terdapat sharing ataupun berbagi pengalaman serta tips-tips berkenaan dengan didalam studi Teknik Industri maupun prospek ke depannya, Ibu yuyun juga memahami kesibukan mahasiswa Teknik Industri Gunadarma terutama dalam hal Praktikum yang tergolong susah.Harapan kami untuk Ibu yuyun semoga tetap mengajar dengan sabar dan semakin baik.

Langkah-langakah perusahaan menerapkan ISO 14001

Standar

untuk mendapatkan ISO perusahaan tidak mudah untuk mendapatkanya kareana banyak sekali yag harus dipenuhi oleh perusahaan agar sertifikat ISO tersebut didapatkanya.Berikut langkah yang harus dilakukan perushaan agar dapat menerapkan ISO 14001 ini.

  1. Kebijakan Lingkungan

Kebijakan lingkungan harus terdokumentasi dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan dan tersedia bagi masyarakat, dan mencakup komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan, pencegahan pencemaran, dan patuh pada peraturan serta menjadi kerangka kerja bagi penetapan tujuan dan sasaran.

  1. Perencanaan

Mencakup indentifkasi aspek lingkungan dari kegiatan organisasi, identifikasi dan akses terhadap persyaratan peraturan, adanya tujuan dan sasaran yang terdokumentasi dan konsisten dengan kebijakan, dan adanya program untuk mencapai tujuan dan sasaran yang direncanakan (termasuk siapa yang bertanggung jawab dan kerangka waktu)

  1. Implementasi dan Operasi

Mencakup definisi, dokumentasi, dan komunikasi peran dan tanggung jawab, pelatihan yang memadai, terjaminnya komunikasi internal dan eksternal, dokumentasi tertulis sistem manajemen lingkungan dan prosedur pengendalian dokumen yang baik, prosedur pengendalian operasi yang terdokumentasi, dan prosedur tindakan darurat yang terdokumentasi.

  1. Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan

Mencakup prosedur yang secara teratur memantau dan mengukur karakteristik kunci dari kegiatan dan operasi, prosedur untuk menangani situasi ketidaksesuaian, prosedur pemeliharaan catatan spesifik dan prosedur audit kenerja sistem manajemen lingkungan

  1. Tinjauan Ulang Manajemen

Mengkaji secara periodik sistem manajemen lingkungan keseluruhan untuk memastikan kesesuaian, kecukupan, efektifitas sistem manajemen lingkungan terhadap perubahan yang terjadi.

Pada prinsipnya, keenam prinsip ISO 14001 – Environmental Management System diatas dapat dibagi menjadi 17 elemen, yaitu:

  • Environmental policy (kebijakan lingkungan): Pengembangan sebuah pernyataan komitmen lingkungan dari suatu organisasi. Kebijakan ini akan dipergunakan sebagai kerangka bagi penyusunan rencana lingkungan.
  • Environmental aspects (aspek lingkungan): Identifikasi aspek lingkungan dari produk, kegiatan, dan jasa suatu perusahaan, untuk kemudian menentukan dampak-dampak penting yang timbul terhadap lingkungan.
  • Legal and other requirements (persyaratan perundang-undangan dan persyaratan lain): Mengidentifikasi dan mengakses berbagai peraturan dan perundangan yang terkait dengan kegiatan perusahaan.
  • Objectives and targets (tujuan dan sasaran): Menetapkan tujuan dan sasaran lingkungan, yang terkait dengan kebijakan yang telah dibuat, dampak lingkungan, stakeholders, dan faktor lainnya.
  • Environmental management program (program manajemen lingkungan): rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran
  • Structure and responsibility (struktur dan tanggung jawab): Menetapkan peran dan tanggung jawab serta menyediakan sumber daya yang diperlukan
  • Training awareness and competence (pelatihan, kepedulian, dan kompetensi): Memberikan pelatihan kepada karyawan agar mampu mengemban tanggung jawab lingkungan.
  • Communication (komunikasi): Menetapkan proses komunikasi internal dan eksternal berkaitan dengan isu lingkungan
  • EMS Documentation (dokumentasi SML): Memelihara informasi EMS dan sistem dokumentasi lain
  • Document Control (pengendalian dokumen): Menjamin kefektifan pengelolaan dokumen prosedur dan dokumen lain.

10 PERUSAHAAN YANG SUDAH MENGGUNAKAN ISO 14001

Standar

ISO 14001 merupakan standar lingkungan yang bersifat sukarela (voluntary). Standar ini dapat dipergunakan oleh oleh organisasi/perusahaan yang ingin:

  • menerapkan, mempertahankan, dan menyempurnakan sistem manajemen lingkungannya
  • membuktikan kepada pihak lain atas kesesuaian sistem manajemen lingkungannya dengan standar
  • memperoleh sertifikat

Dibawah ini merupakan perusahaan- perusahaan yang menggunakan ISO 14001 terdapat 10 perusahaan sebagai contoh yang menggunakan ISO tersebut diantaranya :

10 pt